Metodologi

tangmove hadir sebagai indeks komposit yang menggambarkan kualitas, keadilan, dan efisiensi mobilitas perkotaan di tingkat kecamatan yang mengintegrasikan analisis spasial, data kuantitatif, dan persepsi warga untuk membentuk satu skor yang komprehensif dan relevan bagi perencanaan kota.

Pengukuran Berbasis Dimensi

Pengukuran Berbasis Dimensi

Setiap kecamatan diberi skor untuk lima dimensi yang saling melengkapi

Aksesibilitas Transportasi Publik

18,9% kontribusi pada indeks

  • Jarak ke moda utama (MRT, TransKota Tangerang, KRL, Mikrotrans, dan LRT)
  • Ketersediaan halte
  • Frekuensi layanan
  • Banyaknya rute yang melewati wilayah

Rasa & Respons Pengguna

9,5% kontribusi pada indeks

  • Rating di Google Maps
  • Ulasan pengguna terhadap kenyamanan, keamanan, dan keandalan sistem
  • Hasil sentimen analisis dari cerita warga
  • Kondisi keamanan

Keseimbangan Sosial & Inklusivitas

15,1% kontribusi pada indeks

  • Akses warga rentan (disabilitas, lansia)
  • Akses wheelchair pada tiap halte
  • Distribusi fasilitas antarwilayah
  • Ketimpangan penggunaan moda
Sumber Data

Sumber Data

Penghitungan tangmove menggabungkan beragam sumber data

Data Resmi
dari Pemerintah

  • Survei Komuter dan Sakernas (BPS)
  • Pendataan PODES (Potensi Desa) BPS
  • Data RTH dan fasilitas umum dari Pemprov DKI
  • Data dari Satu Data Indonesia Kota Tangerang

Data Partisipatif
dan Crowdsourced

  • Data hasil survei
  • Review Google Maps (rating & komentar pengguna transportasi)
  • OpenSignal (kualitas sinyal digital dan internet)
  • OSMnx (jaringan jalan dan jalur pejalan kaki)

Pemanfaatan
Big Data

  • Remote sensing NDVI
  • Scraping fasilitas, jalur sepeda, halte, dan ruang terbuka
  • Scraping media sosial