Metodologi
tangmove hadir sebagai indeks komposit yang menggambarkan kualitas, keadilan, dan efisiensi mobilitas perkotaan di tingkat kecamatan yang mengintegrasikan analisis spasial, data kuantitatif, dan persepsi warga untuk membentuk satu skor yang komprehensif dan relevan bagi perencanaan kota.
Praktik Terbaik dan Terstandar
Metodologi ini dikembangkan berdasarkan praktik terbaik dari Urban Mobility Reports (Singapore, Oslo, Seoul), SDGs 11, serta kerangka New Urban Agenda.
Sesuai Khasanah Lokal
Penyesuaian lokal dilakukan agar sesuai dengan konteks tata ruang, budaya, dan sistem transportasi Kota Tangerang.
Confirmatory Factor Analysis
Metode penghitungan mengacu pada prinsip Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan skoring standar, dengan mempertimbangkan data availability, comparability, dan policy relevance.
Pengukuran Berbasis Dimensi
Setiap kecamatan diberi skor untuk lima dimensi yang saling melengkapi
Aksesibilitas Transportasi Publik
18,9% kontribusi pada indeks
- Jarak ke moda utama (MRT, TransKota Tangerang, KRL, Mikrotrans, dan LRT)
- Ketersediaan halte
- Frekuensi layanan
- Banyaknya rute yang melewati wilayah
Utilisasi dan Efisiensi Sistem
5,2% kontribusi pada indeks
- Moda yang digunakan
- Lama perjalanan ke kecamatan lain
- Lama tempuh ke halte terdekat
- Tingkat kemacetan
- Efisiensi pergerakan
- Biaya yang dibutuhkan untuk transportasi
Rasa & Respons Pengguna
9,5% kontribusi pada indeks
- Rating di Google Maps
- Ulasan pengguna terhadap kenyamanan, keamanan, dan keandalan sistem
- Hasil sentimen analisis dari cerita warga
- Kondisi keamanan
Walkability dan Green Mobility
7,8% kontribusi pada indeks
- Kepadatan jalur pedestrian
- Keberadaan RTH
- Skor jalan kaki dan sepeda
- Kerapatan wilayah hijau dibandingkan luas wilayah
Keseimbangan Sosial & Inklusivitas
15,1% kontribusi pada indeks
- Akses warga rentan (disabilitas, lansia)
- Akses wheelchair pada tiap halte
- Distribusi fasilitas antarwilayah
- Ketimpangan penggunaan moda
Sumber Data
Penghitungan tangmove menggabungkan beragam sumber data
Data Resmi
dari Pemerintah
- Survei Komuter dan Sakernas (BPS)
- Pendataan PODES (Potensi Desa) BPS
- Data RTH dan fasilitas umum dari Pemprov DKI
- Data dari Satu Data Indonesia Kota Tangerang
Data Partisipatif
dan Crowdsourced
- Data hasil survei
- Review Google Maps (rating & komentar pengguna transportasi)
- OpenSignal (kualitas sinyal digital dan internet)
- OSMnx (jaringan jalan dan jalur pejalan kaki)
Pemanfaatan
Big Data
- Remote sensing NDVI
- Scraping fasilitas, jalur sepeda, halte, dan ruang terbuka
- Scraping media sosial